Inspirasi
untuk terus belajar.......
Kondisi apapun yang kita alami apakah status dan derajat
sosial yang rendah ataukah kemiskinan janganlah menjadi penghalang belajar.
Sedikitnya bekal tidak menghalangi perjalanan. Itu pula yang terjadi pada
Sufyan Ats-Tsaury (ulama generasi tabi’ tabi’in) rahimahullah. Ia menjadi tokoh
bangsa Arab. Seorang fakih dan ahli hadits. Digelari dengan amirul muknin fil
hadits (pemimpin orang-orang yang beriman dalam masalah hadits) tentu menggambarkan betapa tinggi kedudukannya.
Sufyan berkisah, “Saat aku mulai belajar, aku mengadu (kepada
Allah), ‘Ya Rabb, aku harus memiliki penghasilan. Sementara ilmu itu pergi dan
menghilang. Apakah aku bekerja mencari penghasilan saja? Aku memohon kepada
Allah kecukupan”.
Sufyan Ats-Taury adalah seorang yang miskin dan belajar butuh
modal. Fokus belajar, membuatnya tidak punya harta untuk belajar. Tapi jika
belajar sambil bekerja, ilmu yang didapatkan hanya setengah-setengah, tidak
optimal. Kemudian Allah ﷻ
memberikan jalan keluar dan mengabulkan doanya. Doa tulus untuk mempelajari
agama-Nya.
Ibunya berjanji menanggung keperluannya belajar. “Wahai anakku,
belajarlah! Aku yang akan mencukupkanmu dari hasil usaha tenunanku ini”, kata
ibunya.[1]
Dengan usaha menenun, ibunya membelikan buku dan mencukupi
kebutuhannya dalam belajar. Tidak hanya mendanai Sufyan, ibunya juga selalu
memberi semangat dan menasihatinya agar terus giat memperoleh ilmu.
Ibunya mengatakan, “Anakku, jika engkau menulis 10 huruf,
perhatikan… apakah ada pada dirimu perasaan semakin takut (kepada Allah),
semakin lembut, dan semakin tenang. Jika engkau tidak merasakannya, ketahuilah
apa yang kau pelajari memudharatkanmu. Tidak bermanfaat untukmu.[2]
Nasihat ibu Sufyan juga sangat layak kita jadikan renungan.
Introspeksi diri yang mungkin jarang kita lakukan. Sudahkah ibadah kita makin
giat, akhlak semakin baik, dan rasa takut serta tawakal kepada Allah SWT. kian
kuat, setelah kita belajar?
Ibu Sufyan menjadikan 10 huruf, hanya 10 huruf, untuk
introspeksi sejauh mana pengaruh ilmu untuk dirinya.
Dengan lantaran ibunya, Sufyan Ats-Tsaury menjadi Sufyan
Ats-Tsaury yang kita tahu. Seorang pemimpin dalam ilmu dan imam dalam agama.
Syamsuriadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar